Pertandingan AS Roma vs Torino pada babak 16 besar Coppa Italia 2025-2026 akan digelar di Stadio Olimpico, Roma. Laga Piala Italia ini dijadwalkan berlangsung Rabu, 14 Januari 2026, dengan kick-off pukul 03.00 WIB.
Pertemuan ini menjadi krusial bagi kedua tim. Pemenang laga Roma vs Torino akan menghadapi Inter Milan di babak perempat final, yang dijadwalkan berlangsung bulan depan. Dengan format gugur satu pertandingan, tidak ada ruang untuk kesalahan.
AS Roma baru memulai perjalanan mereka di Coppa Italia musim ini, sementara Torino sudah lebih dulu melewati dua ronde awal. Meski demikian, Roma tetap difavoritkan, terutama karena faktor kandang dan momentum positif yang tengah mereka bangun.
Ambisi Besar AS Roma di Coppa Italia
Coppa Italia memiliki arti penting bagi AS Roma. Sudah hampir 18 tahun berlalu sejak trofi terakhir mereka di ajang ini. Sejak menjuarai Coppa Italia pada 2008, klub ibu kota Italia itu berkali-kali gagal melangkah jauh, bahkan sejak 2017 selalu tersingkir sebelum semifinal.
Catatan tersebut sangat kontras dengan performa Roma di kompetisi Eropa. Dalam beberapa musim terakhir, mereka mampu menembus dua final UEFA, membuktikan kapasitas mereka di level kontinental. Namun, dominasi di kancah domestik, khususnya Coppa Italia, masih menjadi pekerjaan rumah besar.
Musim 2025-2026 menandai perubahan arah bagi Roma setelah Gian Piero Gasperini mengambil alih kursi pelatih. Perlahan, identitas permainan mulai terbentuk, terutama dalam organisasi bertahan dan transisi cepat ke depan.
Momentum Positif Roma di Awal 2026
AS Roma memasuki laga ini dengan kepercayaan diri tinggi setelah mencatat dua kemenangan beruntun di Serie A, masing-masing 2-0 atas Lecce dan Sassuolo. Hasil tersebut menjadi sinyal kebangkitan setelah periode sulit di penghujung tahun 2025.
Kemenangan atas Sassuolo menjadi sorotan tersendiri. Roma tampil efisien dan disiplin, dengan Matias Soule sebagai aktor utama berkat kontribusi satu gol dan satu assist. Selain itu, lini belakang kembali mencatat clean sheet, mempertegas peningkatan konsistensi pertahanan.
Solidnya sektor belakang membuat Roma tetap berada di jalur persaingan papan atas Serie A. Gasperini berhasil menanamkan struktur pertahanan yang lebih rapi tanpa mengorbankan daya serang, sebuah keseimbangan yang sebelumnya sering hilang.
Torino Datang dengan Kenangan Manis
Di sisi lain, Torino tidak datang ke Olimpico tanpa modal psikologis. Pada pertemuan terakhir di Roma pada September lalu, gol tunggal Giovanni Simeone membawa Torino menang 1-0, sebuah hasil yang jarang mereka raih di kandang AS Roma.
Kemenangan tersebut tentu menjadi suntikan kepercayaan diri bagi Torino, meski performa terkini mereka masih belum stabil. Tim asuhan Marco Baroni saat ini terjebak di papan tengah Serie A, tanpa konsistensi yang jelas dari pekan ke pekan.
Torino baru saja menelan dua kekalahan beruntun di liga, termasuk kalah 0-2 dari Atalanta. Masalah utama mereka kembali terlihat di lini belakang. Hingga pekan ke-20 Serie A, Torino sudah kebobolan 32 gol, angka yang cukup tinggi untuk tim dengan ambisi bersaing di papan atas.
Perjalanan Torino di Coppa Italia
Meski performa liga naik turun, Torino tampil cukup efektif di Coppa Italia. Mereka berhasil menyingkirkan Modena dan Pisa, masing-masing dengan skor tipis 1-0. Kemenangan minimalis tersebut menunjukkan pragmatisme, meski produktivitas gol masih menjadi catatan.
Laga melawan Roma ini juga menjadi bagian dari dua pertemuan beruntun antara kedua tim dalam rentang waktu lima hari. Artinya, kedua pelatih harus pintar mengatur strategi dan rotasi pemain agar tidak mengorbankan performa di Serie A.
Kondisi Tim dan Rotasi Pemain
Rotasi hampir pasti dilakukan oleh kedua pelatih. Gian Piero Gasperini berpeluang kembali menurunkan Bryan Cristante, namun AS Roma masih kehilangan beberapa pemain penting.
Artem Dovbyk, Leon Bailey, dan Lorenzo Pellegrini dipastikan absen karena cedera. Sementara itu, Evan Ndicka berpotensi kembali setelah membela negaranya di AFCON, meski status kebugarannya masih belum sepenuhnya jelas.
Torino juga tidak datang dengan skuad lengkap. Ivan Ilic, Marcus Pedersen, dan Perr Schuurs masih absen. Adam Masina juga belum tersedia karena masih membela Maroko. Kabar baiknya, Cesare Casadei sudah bisa dimainkan, dan persaingan di lini depan kembali terbuka.
Prediksi Starting XI Roma vs Torino
AS Roma (3-4-2-1):
Svilar; Mancini, Ziolkowski, Ghilardi; Rensch, Cristante, Pisilli, Tsimikas; Soule, El Shaarawy; Ferguson
Pelatih: Gian Piero Gasperini
Torino (3-5-2):
Israel; Tameze, Maripan, Coco; Aboukhlal, Anjorin, Ilkhan, Vlasic, Biraghi; Njie, Simeone
Pelatih: Marco Baroni
Head to Head Roma vs Torino
5 Pertemuan Terakhir:
- 14/09/25: AS Roma 0-1 Torino
- 26/05/25: Torino 0-2 AS Roma
- 01/11/24: AS Roma 1-0 Torino
- 27/02/24: AS Roma 3-2 Torino
- 25/09/23: Torino 1-1 AS Roma
Secara statistik, Roma masih unggul, tetapi Torino beberapa kali mampu merepotkan, terutama dalam laga-laga ketat.
Prediksi Skor Roma vs Torino
Dengan pertahanan yang semakin solid meski tanpa beberapa pemain kunci, AS Roma memiliki fondasi kuat untuk mengontrol pertandingan, terlebih saat bermain di Olimpico. Torino masih kesulitan menjaga konsistensi, terutama ketika ditekan sejak menit awal.
Perbedaan kualitas individu, momentum positif, serta dukungan publik Olimpico membuat Roma lebih diunggulkan untuk mengamankan tiket perempat final Coppa Italia.
Prediksi skor akhir: AS Roma 2-0 Torino